Kontes Menulis Innovel II -- All The Young . Dear Titan, Akhirnya, tiba saatnya bagiku untuk mengucapkan selamat tinggal. Saat kau membaca tulisanku ini, aku rasa aku sudah tidak diberi kesempatan untuk bernapas lagi. Aku ingin sekali kembali dan melalui hari-hariku bersamamu seperti dulu, tapi aku tahu itu tidak mungkin lagi. Maafkan aku, Titan. Maaf untuk segalanya. Maaf karena aku tidak pernah memberitahu apapun tentang keadaanku. Maafkan kata-kata terakhirku yang menyakitimu. Kau tahu, aku tidak benar-benar sungguh-sungguh mengatakannya. Aku hanya tidak ingin melihatmu menangis. Satu-satunya hal yang paling aku syukuri dalam hidupku adalah bertemu denganmu. Kau adalah anugerah yang tidak terkira. Aku seperti mendapat hadiah yang luar biasa. Kau memberiku semangat untuk kembali bercahaya. Gerhana matahari yang kuimpikan tapi tidak sempat kusaksikan, sudah kulihat saat bersamamu. Ingat ini baik-baik, Titan. Saat sebuah bintang mati, akan ada bintang lainnya yang akan lahir dari kematiannya. Simpan aku sebagai kenangan di hatimu. Akan ada bintang lain yang akan bersinar untukmu. Aku menyayangimu. Selamanya menyayangimu. Thea. . Semesta alampun mengijinkan kita bersama. Mematahkan semua keyakinan manusia tentang Bulan dan Matahari yang tidak mungkin bisa bersama. Walau pertemuan inipun hanya sekejap mata. Seperti sebuah keajaiban menakjubkan bernama gerhana matahari. .
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.